Pidato Mega

Contoh Makalah – Pakar komunikasi politik Universitas Indonesia Effendi Ghazali menilai pidato Megawati Soekarnoputri saat membuka Kongres III PDIP ini merupakan pukulan telak bagi kubu yang selama ini mengusung manuver koalisi ke pemerintah SBY.

Makalah Itu merupakan komunikasi politik yang luar biasa yang dilakukan Megawati di dalam memberikan arah dan tujuan pada seluruh lapisan akar rumput pendukungnya,” cetus Ghazali saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/4).

Effendi yang terjun langsung memantau Kongres di Bali itu menjelaskan dari awal sampai akhir pidato itu menjelaskan sebuah sikap ketegasan seorang pemimpin politik yang berbeda dari sikap pemimpin politik nasional lainnya. Seperti halnya, ia menjelaskan soal sikap oposisi yang memang tidak diatur dalam konstitusi. Namun, Megawati juga menerangkan alasan rasional kenapa PDIP harus menjadi kekuatan penyeimbang.

Dosen FISIP UI itu menambahkan salah satu pernyataan Megawati yang paling menarik adalah ketika menyitir kutipan dari Kitab Bhawagad Ghita tentang pesan Kresna kepada Arjuna menjelang Perang Bharatayudha agar jangan ragu-ragu walau harus menghadapi saudara sendiri.

“Itu menjelaskan tidak apa-apa bertarung dengan saudara sendiri, asalkan benar-benar memperjuangan kepentingan rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, kutipan itu menegaskan Megawati mendorong keluarganya, apakah itu Prananda Prabowo, Puan Maharani, Puti Guntur Soekarnoputra, maupun Guruh Soekarnoputra, untuk saling bersaing di partai asalkan berjuang demi kepentingan rakyat. Ini menepis anggapan seolah Trah Soekarno di PDIP tidak bersaing untuk menarik gerbong pragmatis atau ideologis ketika Megawati dan Taufiq Kiemas mengumpulkan keluarganya yang aktif di partai banteng moncong putih, Senin (5/4).

Pendapat serupa dilontarkan fungsionaris PDIP DKI Jakarta, Dhia Prekasha Yoedha. Menurut dia pidato Megawati kali ini merupakan yang terbaik sejak pidato pembukaan Kongres Perjuangan tahun 1998 di lapangan Kapten Jaffa, Denpasar, yang melahirkan PDI Perjuangan.

Meski demikian, ia menyayangkan pidato itu tidak menyebut secara tegas agar kader-kader oportunis dan koruptif menyingkir dari partai. Kepengurusan DPP PDIP ke depan jangan diisi oleh orang-orang yang ingin melakukan barter kasus hukum atau menjadi bunker politik bagi kader-kader bermasalah dengan hukum.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: